
FGD: Perakitan dan Modernisasi TROA untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan
BSIP TROA menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Perakitan dan Modernisasi Tanaman Rempah, Obat, dan Aromatik: Inovasi untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan” pada Senin (16 Desember 2024).
Hadir sebagai narasumber, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Prof. Andi Muhammad Syakir, Peneliti BRIN, Dr. Otih Rostiana dan Dr. Dono Wahyuno.
Acara FGD pada hari ini diawali dengan laporan pelaksanaan FGD oleh Kepala BSIP TROA, Prima Luna S.TP., M.Si., Ph.D dan dilanjutkan dengan pembukaan acara oleh Kepala PSI Perkebunan, Kuntoro Boga Andri, SP, M.Agr, Ph.D dan dimoderatori oleh Syahida Nindya Setyarini, S.Si, M.Sc
Pertanian tetap menjadi pilar utama pembangunan nasional, termasuk sebagai salah satu program strategis. Namun, sektor benih perkebunan masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam menghasilkan varietas unggul.
Indonesia memiliki potensi besar dengan lebih dari tiga komoditas rempah yang telah menjadi produk unggulan kontribusi sektor perkebunan terhadap perekonomian nasional cukup signifikan, termasuk melalui volume ekspor tanaman rempah yang cukup besar. Untuk meningkatkan ekspor, hilirisasi produk rempah perlu ditingkatkan guna memberikan nilai tambah secara ekonomi.
Strategi peningkatan produksi, nilai tambah, dan daya saing perkebunan mencakup logistik benih, pengembangan kawasan, digitalisasi mekanisasi, serta penguatan hilirisasi. Unit Pelaksana Teknis (UPT) juga diharapkan dapat membangun pusat perbenihan yang sesuai dengan kebutuhan komoditas unggulan di setiap daerah.
Selain itu, inovasi dipandang sebagai elemen penting untuk mendongkrak daya saing Indonesia di pasar global. Beberapa komoditas asli Indonesia, seperti pala, cengkeh, kayu manis, dan temu-temuan, terus menjadi fokus pengembangan. Produk lada Indonesia, seperti Lampung Black Pepper dan Muntok White Pepper, telah berhasil menjadi branding internasional.
Dalam diskusi tersebut, ditekankan pentingnya perbaikan teknologi, manajemen, dan kebijakan pendukung untuk meningkatkan produktivitas komoditas nasional, terutama pala dan lada. Selain itu, potensi Black Ginger (Kaempferia parviflora Wall. ex Baker) juga menjadi sorotan berkat kandungan utama metoksiflavonnya yang bermanfaat sebagai afrodisiak alami, antioksidan, dan antiinflamasi.
FGD ini juga mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan, seperti tindak lanjut pengembangan varietas lada dan pala yang telah dihasilkan, serta prospek Black Ginger ke depannya. Pencegahan berbagai hambatan di lapangan dinilai paling efektif dilakukan melalui regulasi yang sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan.
Diskusi ini memberikan langkah strategis untuk memperkuat sektor tanaman rempah, obat, dan aromatik sebagai pilar ketahanan pangan dan kesehatan nasional, sekaligus mendorong peningkatan ekspor dan daya saing global.